Perkembangan
teknologi computer (informasi) yang begitu pesat telah merambah ke
berbagai sektor termasuk kesehatan. Di dunia medis, dengan perkembangan
pengetahuan yang begitu cepat, dokter akan cepat tertinggal jika tidak
memanfaatkan berbagai sarana teknologi untuk mengudapte perkembangan
terbaru, sebut saja kurang lebih 750.000 artikel terbaru di jurnal
kedokteran dipublikasikan tiap tahun, teknologi komunikasi juga
memungkinkan data kesehatan di-share secara mudah dan cepat. Dengan
berbagai potensinya ini, adalah naif apabila manajemen informasi
kesehatan di rumah sakit tidak memberikan perhatian istimewa.
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang kesehatan banyak berperan membantu di dunia kesehatan antara lain :
- adminstrasi
- obat-obatan
- penyakit → diagnostik, terapi, perawatan (monitoring status pasien)
- Penelitian
- obat-obatan
- penyakit → diagnostik, terapi, perawatan (monitoring status pasien)
- Penelitian
Pelayanan
kesehatan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), atau yang
biasa disebut sebagai e-Health, dikembangkan dengan harapan teknologi
mampu meningkatkan kualitas kehidupan manusia. e-Health sendiri
merupakan persilangan dari informasi medis, kesehatan public, dan usaha,
berkaitan dengan jasa pelayanan dan informasi kesehatan yang
dipertukarkan atau ditingkatkan melalui saluran internet dan teknologi
berkaitan dengannya (Gunter Eysenbach, J Med Internet Res 2001; 3(2):
e20).
Mengapa e-Health perlu dilaksanakan?
Di seluruh dunia, terjadi peningkatan biaya pelayanan kesehatan, banyak orang tidak mendapat kesempatan bagi pelayanan kesehatan yang lebih baik, catatan kesehatan yang masih mengandalkan dokumen kertas banyak menimbulkan kesalahan dan mengurangi produktivitas layanan.
Mengembangkan
layanan e-Health akan membantu pihak-pihak penyedia layanan kesehatan.
E-Health akan memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk melakukan
kolaborasi, pengumpulan dan analisa data kesehatan yang melampaui
batasan fisik dan waktu. Sebagai contoh, e-Health dapat diterapkan untuk
membantu pemerintah mengembangkan program yang membantu dokter,
perawat, dan tenaga kesehatan lainnya saling bertukar infomasi secara
elektronik, mengambil data rekam medis pasien kapan dan dimana
diperlukan, dan melakukan kolaborasi dengan memberi layanan jasa
kesehatan lainnya secara real time melalui internet. Layanan kesehatan
seperti ini akan memberikan banyak sekali penghematan dari sisi biaya
dokumen dan administrasi layanan dan memberikan keuntungan pemberian
keputusan layanan kesehatan yang terbaik kepada pasien dengan lebih
cepat.
Pemberi layanan jasa kesehatan, seperti dokter dan rumah sakit, juga dapat menggunakan layanan jasa kesehatan berbasis internet. Program Dokter Keluarga yang tengah diperkenalkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) misalnya; berupaya untuk mengembangkan konsep dokter sebagai pengelola data kesehatan masyarakat. Tujuan program dokter keluarga adalah memberikan peranan lebih besar kepada dokter untuk menjaga kesehatan masyarakat, ketimbang untuk mengobati. Dengan memanfaatkan basis data kesehatan masyarakat yang dilayaninya, seorang dokter keluarga dapat menentukan program kesehatan apa yang paling tepat untuk masyakarat tersebut.
Komputer
dikatakan sebagai stetoskop kedua para dokter. Peranan komputer dalam
mengelola dan melakukan pertukaran data kesehatan melalui internet
menjadi sangat vital dalam menyelenggarakan e-Health. Karena data
kesehatan tidak hanya berupa teks, bahkan bisa merupakan data gambar,
suara, dan multimedia lainnya.
Selain e-health, system berbasis kartu cerdas (Smart Card)
yang merupakan hasil dari perkembangan teknologi dapat digunakan juru
medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah
sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui
riwayat penyakit pasien. Bahkan perkembangan teknologi telah
menghasilkan sebuah robot yang diciptakan untuk membantu proses operasi
pembedahan serta penggunaan computer hasil pencitraan tiga dimensi untuk
menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
Pada Rumah Sakit modern, komputer digunakan untuk membantu dokter menjalankan tugasnya seperti mendiagnosis penyakit, menghasilkan gambar sinar-X bergerak (CAT – Computer Axial Tomography), membantu orang cacat seperti menghasilkan alat membaca dengan teks khusus bagi orang tuna netra. Selain itu untuk menyimpan riwayat penyakit pasien, penggajian para karyawan RS, mengelola persediaan stock obat-obatan.
Sumber :
Berbagai sumber di Google
Tidak ada komentar:
Posting Komentar